Jamur Bercahaya (Glowing Mushrooms) di Halimun-Salak

Jamur Bercahaya
Jamur Bercahaya

Jamur Bercahaya (Glowing Mushrooms) di Halimun-Salak

Gonjreng.com – Hujan gerimis dan angin dingin menyambut langkahku di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, Jawa Barat. Dua lapis baju yang kukenakan masih dapat ditembus terjangan dinginnya sang bayu.

Informasi tentang keajaiban glowing mushrooms atau jamur bercahaya telah memaksaku ikut ke taman nasional yang relatif dekat dengan Jakarta ini.

Jamur bercahaya (Glowing mushrooms) menarik hatiku. Selain merupakan jamur langka, aku belum pernah melihat dengan mata-kepala sendiri. Di Indonesia,  Jamur bercahaya hanya dapat ditemui di 7 lokasi ini:

  1. Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, Jawa Barat
  2. Taman Nasional Gunung Rinjani, NTB
  3. Gunung Meja, Manokwari
  4. Taman Nasional Gunung Palung, Kalimantan Barat
  5. Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh
  6. Taman Nasional Gunung Kerinci, Sumatra
  7. Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah

Nah, dari semua itu, Taman Nasional Gunung Halimun-Salak yang paling dekat dari Jakarta! Karena jalanan ke sana masih sempit dan bergelombang, kami memerlukan waktu tempuh sekitar 6 jam dengan mobil pribadi.

Penduduk setempat menyebut glowing mushrooms adalah jamur menyala. Jenis yang tumbuh di kawasan gunung Halimun-Salak termasuk dalam spesies Mycena lucentipes, atau Mycena silvaelucens, atau Mycena luxaeterna. 

Keren kan namanya? Mereka tumbuh di kayu atau ranting pohon berbunga, di kawasan yang lembab, dingin, dan jarang ada angin yang dapat menembus kepadatan pepohonan di hutan tersebut.

Jamur bercahaya

Jamur bercahaya – terang di gelap malam

Nah, pasti ingin tahu juga dong, kenapa jamur-jamur itu bisa glowing in the dark atau menyala dalam kegelapan? Pernah lihat kunang-kunang? Peristiwa ini disebut dengan bioluminescene atau bioluminesensi yaitu emisi cahaya yang dihasilkan oleh mahluk hidup karena adanya reaksi kimia yang terjadi di dalam atau di luar sel.

Para jamur tersebut juga mengeluarkan cahaya berwarna kehijauan karena proses bioluminesensi. Cahaya yang dikeluarkan akan mengundang para serangga malam datang mendekat. Setelah hinggap di jejamuran tersebut, tanpa disadari spora-spora jamur akan menempel di kaki serangga.

Serangga-serangga yang kakinya ketempelan spora dan kemudian terbang ke berbagai tempat, secara tidak langsung menyebarkan spora dan membantu jamur berkembang-biak. Canggih kan taktik si jamur ini?

Jamur bercahaya

Jamur bercahaya – hanya sebesar ujung batang korek api

Glowing mushrooms (jamur bercahaya) yang ada di Taman Nasional Halimun-Salak dapat dijumpai di sekitar Cikaniki Research Station. Untuk melihatnya kami harus berjalan di malam gelap pekat, melalui jalan setapak yang sempit dan licin karena habis hujan, dan sungai kecil tempat para macan gunung mencari minum. Kami harus ekstra hati-hati menggunakan cahaya senter untuk memandu setiap langkah di kegelapan malam.

Tidak jauh dari pos pengamat dan canopy trail yang sudah tidak berfungsi, kami berhenti dan mematikan senter. Hening sejenak, mata kami tak melihat apa pun, dan telinga kami hanya mendengar suara alam.

Tapi, tiba-tiba aku melihat kelap-kelip cahaya berwarna kehijauan muncul di dekat kakiku. Kemudian terdengar suara teman-teman berseru, “Di sana! Di sana!” Mulailah mata kami yang mulai menyesuaikan diri dengan kegelapan, mampu mendeteksi bintik-bintik cahaya yang gemerlapan di sana-sini.

Akhirnya aku berjumpa dengan si glowing mushrooms (jamur bercahayayang ternyata mungil. Hanya kecil, ukurannya sebesar pentol korek api kayu saat kuncup di malam hari, dan berbentuk payung yang juga kecil di siang hari. Meski mungil, kejaibannya membekas di kenangan kami semua.

Indahnya pengalamanku kali ini, menambah kekaguman akan ciptaan-Nya yang mempesona dan ajaib.

* Dari berbagai sumber. Illustrasi: wikipedia.org.

Category: KelanaTags:
No Response

Leave a reply "Jamur Bercahaya (Glowing Mushrooms) di Halimun-Salak"