Gunung Barujari atau Gunung Rinjani yang Meletus?

Gunung Barujari
Gunung Barujari

Gonjreng.com – Pada 27 September 2016 jam 14.45 Wita, sebuah gunung baru yang dikenal sebagai Gunung Barujari, dinyatakan meletus lagi.

Gunung dengan ketinggian 2.296 – 2.376 meter dari permukaan laut (dpl) ini memiliki kawah berukuran 170m x 200m, berada di sisi Timur kaldera (berasal dari bahasa Spanyol yang berarti wajan) – kaldera adalah fitur vulkanik yang terbentuk dari jatuhnya tanah setelah letusan vulkanik, terletak memanjang ke arah Timur dan Barat Gunung Rinjani.

Vulkanik adalah bentang alam yang pembentukannya dikontrol oleh proses keluarnya magma dari dalam bumi (vulkanisme). Gunung Barujari pernah beberapa kali erupsi. Catatan terakhir menunjukkan gunung ini meletus pada 25 Oktober 2015 dan 3 November 2015. Sebelumnya juga pernah meletus di bulan Mei 2009 dan di tahun 2004.

Barujari sering disebut anak Gunung Rinjani (3.726 m dpl) yang berada di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, karena letaknya yang menyatu dengan gunung Rinjani yang merupakan pendominasi pemandangan di Lombok Utara.

Berdasarkan beberapa sumber, Barujari tumbuh pada saat Gunung Rinjani erupsi pada abad 13 lalu. Gunung Rinjani memiliki kaldera yang sangat luas, dan ditengahnya tumbuh kerucut yang aktif. Bentukan baru inilah yang sekarang dikenal dengan Gunung Barujari.

Pasca terjadinya erupsi September lalu, Seksi Taman Nasiobal Gunung Rinjani (TNGR) melarang para pendaki untuk tidak mendekati Gunung Barujari dan Danau Segara Anak. Erupsi Gunung Barujari yang tanpa peringatan sebelumnya dikhawatirkan akan memakan korban, karena banyaknya wisatawan yang datang menikmati keindahan kawah gunung tersebut.

Berita terakhir sebanyak 386 wisatawan (mancanegara dan lokal) masih berada di area wisata gunung Rinjani, dan akan segera dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Daerah Lombok Timur, Kepolisian, Pos Pengamatan Gunung Rinjani, dan relawan.

Barujari meletus dengan amplitudo 52 milimeter dan ketinggian letusan abu vulkanik mencapai 2 km dari puncaknya. Pemerintah setempat segera menghimbau masyarakat untuk waspada terhadap sebaran abu vulkanik di sekitar Kota Mataram. Akibat erupsi Gunung Barujari ini, status Gunung Rinjani ditingkatkan dari berstatus normal menjadi waspada level 2.

Erupsi Gunung Barujari telah membatalkan banyak maskapai penerbangan menuju Bali, walaupun bandara dinyatakan normal dan tidak terganggu abu letusan. Hal tersebut dikarenakan debu vulkanik hasil erupsi Gunung Barujari setinggi 2.000 meter tersebu bergerak menuju ke kota Mataram dan Lombok Tengah.

Jika erupsi September lalu disebut sebagai erupsi gunung Barujari, sebenarnya kurang tepat – karena Barujari adalah kerucut aktif yang berada di kaldera Gunung Rinjani. Yang meletus saat itu, tepatnya adalah Gunung Rinjani.

* Witdya Pudjanarko, dari beberapa sumber. Foto: wikimedia.org.

Category: KelanaTags:
2 Responses
  1. author

    chaerul2 years ago

    indah sekali, Tuhan telah mencipta isi dunia ini dengan tidak percuma, sangat sempurna

    Reply
    • author

      wpudjanarko2 years ago

      Sempurna… memang ciptaan Nya sangat sempurna.

      Reply

Leave a reply "Gunung Barujari atau Gunung Rinjani yang Meletus?"