Ciletuh, Nama Surga Kecil yang Menakjubkan Itu

Gonjreng.com – Kawasan Sukabumi Selatan terkenal dengan pantai karang yang berombak besar seperti Pelabuhan Ratu dan Sawarna, juga memiliki Geopark Ciletuh dengan batuan hasil beragam proses geologi. Kawasan ini pun dipenuhi dengan batuan hasil patahan lempeng bumi, sedimentasi lava, dan fosil.

Saat ini Indonesia memiliki 6 (enam) geopark. Dua di antaranya, yaitu Geopark Batur dan Gunung Sewu yang berstatus geopark globar dari Unesco. Saya bersama teman-teman mengunjungi geopark Ciletuh akhir Juli ini. Perjalanan dimulai dengan kereta api dari Jakarta menuju Cisaat via Bogor, kemudian dilanjutkan dengan mobil ke Ciletuh yang memakan waktu sekitar 10 jam.

Panenjoan adalah destinasi pertama kami. Dari sini bisa dilihat bentang geopark yang hijau dan indah dari ketinggian, begitu juga Teluk Ciletuh serta bukit Darma di kejauhan. Perjalanan kami pun dilanjutkan dengan menuruni bukit menuju lembah untuk mengunjungi air terjun. Ada banyak air terjun di geopark, namun kami hanya sempat mengunjungi tiga lokasi saja, yaitu Curug Awang, Curug Sodong, dan Curug Cimarinjung.

Jalan menuju Curug Awang masih berbatu, licin dan sempit, tapi sudah tersedia area parkir serta jalan setapak bersemen menuju ke sana. Dinamakan Curug Awang mungkin karena letaknya berada di ketinggian dengan dua buah air terjun di bawah alirannya. Untuk turun menuju Curug Awang merupakan tantangan tersendiri, karena curam, licin, dan tanpa anak tangga. Dilihat dari atas pun Curug Awang ini menarik dan indah.

Curug Sodong merupakan tujuan kami berikutnya. Meski tidak sebesar Curug Awang, pohon-pohon besar yang tumbuh di pinggir curug membuat suasana terasa damai dan sejuk.

Destinasi kami terakhir hari itu adalah Bukit Darma, dan kami pun memutuskan untuk membuka tenda di puncak bukit ini agar bisa menikmati sunset dan sunrise. Puncak Bukit Darma bisa dicapai dengan kendaraan four wheeldrive, sepeda motor, dan juga jalan kaki. Kami menempuhnya dengan berjalan kaki yang memerlukan waktu sekitar satu jam untuk tiba di sana.

Ciletuh
Ciletuh

Semua kelelahan kami terbayar dengan pemandangan Teluk Ciletuh berupa tapal kuda yang terbentang indah. Kami pun terpukau memandang matahari yang perlahan terbenam di ujung laut. Meski tidak bisa menikmati sunrise, karena tertutup dinding bukit, namun keindahan pantai Palangpang yang bermandi cahaya matahari keemasan memanjakan mata kami.

Turun dari bukit Darma kami mengunjungi Curug Cimarinjung yang berjarak sekitar 400 m dari kaki bukit dengan melalui celah bebatuan besar dan jembatan bambu untuk mencapai curug ini. Perjalanan kami pun ditutup dengan berfoto di icon Geopark Ciletuh di Pantai Palangpang.

Geopark Ciletuh memang lengkap, mulai dari pantai, air terjun hingga pemandangan bukit yang indah. Indah, seperti sepotong surga kecil.

* Darmayani Utami. Sumber gambar: koleksi pribadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *