Generasi Menolak Tua yang Cerdas

Gonjreng.com – Generasi menolak tua? Di usia yang sudah tidak muda lagi, di saat rambut mulai berubah warna dan menipis, ketika nafas sudah mulai pendek dan lutut makin sulit digerakkan, ada hasrat yang menggebu, atau keinginan untuk mencari dan menjelajah pun menjadi obsesi.

Terlintas di benakku, ke mana saja saat muda dulu? Mengapa baru sekarang? Begitu banyak pertanyaan terlintas. Mungkin mereka ingin disebut sebagai generasi menolak tua, atau generasi yang tetap penuh semangat dan bahagia menjalani sisa hidupnya.

Generasi menolak tua, bukan berarti tidak menerima kodrat menjadi tua, keriput, dan serba terbatas. Mereka mengejar keindahan ciptaanNya yang dulu tidak dilihat atau diimpikan. Masa pensiun sudah di ambang pintu, anak-anak sudah memiliki kegiatannya sendiri, bahkan memiliki keluarganya sendiri. Kini cukup banyak waktu luang yang tersedia.

Ketika pengalaman pertama mencoba untuk menjelajah hutan, ternyata hutan begitu cantik memesona, dan memicu untuk mencoba yang lain lagi dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Hasrat yang menggebu, dan angan-angan yang membumbung, bukan berarti menjadi generasi menolak tua yang gelap-mata, asal sradak-sruduk, atau tanpa perhitungan.

Berikut ini ada beberapa tips untuk mereka yang termasuk generasi menolak tua:

Pastikan kondisi kesehatan dalam keadaan prima saat melakukan kegiatan di alam, kalau perlu minta rekomendasi dokter keluarga.

Tetaplah berolahraga untuk melatih otot tungkai, dan menjaga kelenturan tubuh. Berolahraga yang ringan saja, jangan yang high impact. karena tubuh ini sudah tidak muda lagi.

Gunakan deker lutut (knee support) atau tumit (angkle support), jika bagian tersebut bermasalah agar terhindar dari cidera yang lebih fatal. Pakailah dengan ukuran sesuai, jangan terlalu ketat atau longgar yang dapat membuat perjalanan menjadi tidak nyaman. Pastikan penggunaan deker tidak lebih dari 10 jam per harinya agar kulit bisa kembali bernafas dengan baik dan mencegah iritasi.

Siapkan mental selama melakukan perjalanan. Sebaiknya jangan pernah pergi seorang diri, apalagi kegiatan tersebut belum pernah dilakukan sebelumnya. Pergilah dengan kelompok yang dapat dipercaya, juga memiliki pengalaman yang berkait dengan kegiatan tadi.

Jadilah generasi menolak tua yang cerdas dalam menyikapi kondisi tubuh, kelompok, dan lingkungan. Perkirakan beban tubuh yang sesuai, atau hindari memaksakan diri. Bila perlu manfaatkan jasa porter, meski harus mengeluarkan biaya tambahan. Perhatikan juga yang berkait dengan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), terutama obat-obatan pribadi, oksigen dalam tabung yang mudah dibawa, sepatu/sandal dan tongkat.

Material baju dan celana hendaknya menggunakan yang berbahan dry fit, karena selain ringan, bahan tersebut mudah kering jika basah. Bawa serta Thermal blanket, selimut yang berfungsi menjaga agar suhu tubuh tetap hangat.

Demikianlah beberapa tips untuk mereka para generasi menolak tua, dan tetap semangat!

*Sumbar gambar: koleksi pribadi (UsunJisun).

One thought on “Generasi Menolak Tua yang Cerdas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *