Flores, Permata dari Timur yang Menakjubkan

Flores, Permata dari Timur yang Menakjubkan

Gonjreng.com – Siapa yang tak mengenal komodo? Biawak raksasa yang dapat mencapai panjang 3 meter ini merupakan binatang langka yang dilindungi dunia. Di era tahun 90-an binatang ini pernah diangkat menjadi karakter serial edukasi anak-anak oleh psikolog terkenal Kak Seto, dengan nama Si Komo”. Pulau Komodo yang merupakan habitat asli dari “Si Komo” pun menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menarik.

Tapi tahukah Anda bahwa selain komodo, Pulau Komodo juga mempunyai pantai dengan hamparan pasir kemerahan dengan terumbu karangnya yang masih alamiah? Warna kemerahan ini berasal dari koral dan bebatuan pulau yang berwarna merah yang menjadi butiran pasir karena proses erosi.

Berangkat dari keingintahuan kami akan pulau Komodo inilah maka aku bersama 3 temanku memutuskan untuk melakukan perjalanan ke habitat “si Komo”. Lokasinya terletak di ujung Barat pulau Flores, tepatnya di kabupaten Manggarai Barat dengan ibukotanya Labuan Bajo.

Flores
Flores

Ternyata dari hasil googling Pulau Komodo hanya sebagian kecil dari keindahan dan keunikan yang dimiliki Pulau Flores di mana Kabupaten Manggarai Barat berada. Banyak lagi hal-hal indah yang dapat dinikmati di Pulau Flores. Di Flores bagian tengah, yaitu di Kabupaten Ende, terdapat Gunung Kelimutu dengan 3 kawahnya yang unik. Kawah ini memiliki 3 warna berbeda sehingga dinamakan Danau Tiga Warna.

Kami memutuskan untuk melakukan perjalanan selama 6 hari yang dimulai dari Kota Ende. Setelah mendarat di Bandara Hasan Aroeboesman, mobil segera membawa kami ke warung sederhana yang memiliki ikan bakar lezat. Hanya dengan bumbu sederhana saja ikan bakar sudah terasa manis, tidak amis, dan saat diambil dagingnya teksturnya putih dan utuh. Ini bukti bahwa ikan yang kami pesan adalah hasil tangkapan baru yang segar.

Flores
Flores

Setelah mengisi perut, sang pemandu membawa kami ke Moni di kaki Gunung Kelimutu. Kami sengaja menginap di sini karena ingin menyaksikan sunrise di gunung Kelimutu pada keesokan paginya. Perburuan sunrise dimulai dini hari dengan mengendarai mobil menuju lereng Gunung Kelimutu. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menembus hutan tipis. Setelah itu kami masih harus mendaki ratusan anak tangga untuk mencapai lokasi yang prima.

Tetapi segala susah payah lunas terbayar begitu kami mendekat bibir kawah. Alangkah indahnya pemandangan danau berwarna biru turquoise berlatar jingga mentari yang berselimut kabut. Inilah Danau Nuamuri Koofai. Di sebelah kanan membentang danau Atapolo yang berwarna hijau tosca, dan di belakang kami tampak danau ketiga, Mbupu, yang berwarna hijau tua.

Keindahan pemandangannya menghampar luas dalam radius 360 derajat! Matahari terbit sesungguhnya memang fenomena alam sehari-hari. Namun menyaksikannya di sana menjadikan momen ini terasa sangat luar biasa. Subhanallah.

* Nina Adriani. Sumber foto : Koleksi pribadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *