Fitnah, “Video Jorok” Mirip Kader Partai Gerindra Itu

Fitnah

Gonjreng.com – Fitnah, kata ini kembali mencuat sehubungan dengan beredarnya “video jorok” mirip Anggota DPR dan juga kader Partai Gerindra, Aryo Djojohadikusumo.

Ia adalah putra dari Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo, atau keponakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Terkait “video jorok” mirip Aryo Djojohadikusumo tadi, petinggi Partai Gerindra mengatakan tidak benar, bohong, dst yang bermuara pada satu kata, yaitu fitnah.

Sila simak pernyataan Ketua DPP Partai Gerindra Riza Patria yang dikutip dari detik.com.

“Soal video itu sudah berkali-kali kami sampaikan bahwa itu tidak betul dan itu fitnah. Kami memahami ini tahun politik. Jadi di tahun politik itu semuanya ada saja yang diekspos ke publik dan media.”

Masih ada tanggapan dari petinggi Partai Gerindra lainnya seperti Fadli Zon, dan juga bermuara pada kata fitnah terkait “video jorok” tadi.

“Video jorok”?

Istilah ini mungkin kurang familiar, tapi sebenarnya sama saja dengan istilah lainnya seperti video porno, video syur, video panas dan seterusnya.

Dari tanggapan atau pernyataan Ketua DPP Partai Gerindra Riza Patria di atas tadi ada dua kata yang menarik, yaitu “fitnah” dan “tahun politik”. Namun tidak dijelaskan lebih lanjut dan rinci maksudnya “tahun politik” itu sehingga cenderung gazebo (gak zelas bo).

Diasumsikan seperti ini kaitan antara “fitnah” dan “tahun politik” tadi.

Pertama, tahun 2018 ini ada Pilkada dan tahun 2019 nanti akan diselenggarakan Pilpres, ini yang dimaksud “tahun politik” tadi.

Kedua, fitnah itu secara langsung atau tidak langsung bisa menjatuhkan pamor cagub dan cawagub yang didukung Gerindra pada Pilkada 2018.

Ketiga, poin kedua tadi bisa berlanjut pada perolehan suara Partai Gerindra di Pemilu 2019, dan juga capres yang didukung oleh parpol tersebut.

Jika asumsi yang terkait dengan “fitnah” dan “tahun politik” di atas tadi benar, pertanyaan selanjutnya lebih difokuskan pada poin ketiga.

Memangnya sudah ada capres 2019 yang terdaftar di KPU dan didukung Gerindra?

Sampai saat ini belum ada, tapi Gerindra sedang mengusahakan Prabowo yang akan tampil sebagai salah satu capres pada Pilpres 2019, namun dukungan dari parpol lain agar bisa memenuhi presidential treshold masih cenderung gazebo, bahkan ditengarai ada pihak yang tidak menginginkan Prabowo menjadi capres 2019.

Di sisi lain Gerindra tetap ngotot mengajukan nama Prabowo sebagai capres sehingga perlu dijatuhkan citra parpol tersebut, antara lain lewat fitnah, dan saat ini dalam bentuk sebuah “video jorok” mirip kader Gerindra Aryo Djojohadikusumo.

Jika benar fitnah, dan salah satu tujuannya ingin menggagalkan Prabowo tampil sebagai salah satu capres pada Pilpres 2019 nanti, siapa yang melakukannya?

Jawaban mudahnya dilakukan oleh “kubu seberang”.

Siapa “kubu seberang” itu?

Kecil kemungkinannya kubu pendukung Presiden Jokowi, karena selama ini diperkirakan mereka cukup senang jika Prabowo yang menjadi lawan Jokowi, dan kemungkinan besar Prabowo akan kembali menelan kekalahan seperti pada Pilpres 2014 lalu.

Siapa sebenarnya “kubu seberang” itu?

Pertanyaan di atas tadi sebaiknya disimpan dulu, karena “fitnah” ini sendiri pun masih berupa sanggahan, atau belum jelas kebenaran dan ketidakbenaran “video jorok” mirip kader Gerindra itu. Pihak kepolisian pun sampai saat ini masih menyelidikinya.

Jadi kesimpulannya “video jorok” mirip Aryo Djojohadikusumo, putra Hashim Djojohadikusumo atau keponakan Prabowo Subianto itu fitnah, bukan?

Jelas fitnah, kalau percaya dengan pernyataan petinggi Partai Gerindra tadi.

Artikel sebelumnya:

Sumber gambar.

Category: NawacitaTags:
No Response

Leave a reply "Fitnah, “Video Jorok” Mirip Kader Partai Gerindra Itu"