Episode Drama Kopi Mirna (Bagian 2)

Gonjreng.com – Kini, di ruang sidang, episodenya terus berlanjut. Pemberitaan dan tayangannya bisa dilihat di media-media. Untuk media televisi, kasus ini terus diberitakan secara up date, diselingi kasus Gatot dan Pilkada DKI Jakarta. Jessica pun saat ini bak selebriti, dan wajahnya kerap tampil di media dengan beragam ekspresi, perilaku, dan gesture, menggugah para pakar berbagai disiplin ilmu ikut mengomentari. Para ahli hukum, psikolog, forensic digital, kriminolog ikut terlibat untuk mengungkap kebenaran, siapa sebenarnya pembunuh Mirna.

Dalam ruang sidang, Jessica yang duduk sebagai terdakwa menunggu nasib dirinya kelak, apakah status hukumnya tetap berlanjut atau bebas tak bersalah. Publik terus mengikuti proses dan gelar perkaranya, karenas sampai saat ini pengadilan belum juga ketuk palu.

Dalam konsep dramaturgi Erving Goffman, semua yang terlibat dalam kasus Kopi Bersianida seperti panggung sandiwara. Ada front stage, ada back stage. Front stage adalah sesuatu yang dipertunjukkan ke publik, dan membutuhkan asesori. Sejak awal di persidangan, Jessica konsisten berbaju putih. Ia ingin menyatakan dirinya tak bersalah. Para ahli yang diundang ke persidangan pun, justru semakin meringankannya. Jaksa Penuntut Umum terus berupaya mencari celah dari pemaparan para saksi ahli, yang diseling interupsi dari Kuasa Hukum. Ayah Mirna, yang duduk sebagai hadirin di persidangan ikut bereaksi. Komentarnya kerap kontroversial saat wawancara singkat, dan dikutip televisi sebagai news value.

Sejak Jessica ditetapkan sebagai tersangka, media massa melakukan setting agenda. Penayangan Jessica yang mengenakan seragam oranye merupakan bagian awal episode dari serangkaian episode. Media menganggap penting kasus kematian Mirna sehingga dijadikan headline dalam tayangan prime time. Melalui penayangan kasus tersebut, opini publik digiring bahwa Jessica adalah pembunuh Mirna, bukan yang lain (agenda public), meski ada pula media yang berusaha menyeimbangkan dua sisi – seperti menampilkan ibunda dari Sri Nurhayati (pembantu rumah tangga Jessica) yang membuang celana merah marun yang dikenakan Jessica saat kematian Mirna.

Jessica tetap menyatakan dirinya bukanlah pembunuh Mirna. Semua tuduhan atas dirinya tak berdasar dan tak ada bukti yang kuat. Keluarga Jessica pun berusaha keras melakukan segala upaya untuk membuktikan bahwa Jessica bukanlah pembunuh Mirna. Salah satunya adalah menghadirkan para saksi ahli agar Jessica terbebas dari segala tuduhan dan namanya baiknya dipulihkan kembali.

Kini proses sidang masih terus berlanjut. Entah sampai kapan, kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin melalui kopi berhasil mengungkap siapa sebenarnya pembunuh Mirna. Apakah memang Jessica pembunuhnya? Atau jangan-jangan Mirna adalah korban salah sasaran, seperti pernah dinyatakan ahli forensik Reza Indragiri.

Sebaiknya kita tunggu saja, entah kapan berakhirnya episode drama Kopi Mirna ini.

SELESAI.

*Iusartan. Ilustrasi: liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *