Embun Upas, Si Cantik Pembawa Kematian

0 965
Embun Upas
Embun Upas

Gonjreng.com – Bentuk cantik, eksotis, juga mempesona adalah gambaran untuk sebuah fenomena membekunya embun di dataran yang mempiliki perbedaan suhu ekstrem saat malam dan siang. Di dataran Dieng lebih ngetop disebut “bun upas” tapi di Semeru atau di tempat lainnya disebut sebagai embun upas. Di beberapa daerah lain sering disebut sebagai lodoh, ngulun atau trotol, di kalangan akademisi disebut dengan downy mildew.

Embun upas

Embun upas – cantik tapi mematikan

Kemunculan embun upas yang cantik ini ditandai dengan suhu udara siang di antara 22-24 derajat Celcius dan pada malam hari turun ke minus 5 derajat Celcius. Jadi tidak hanya disaat pancaroba dari penghujan ke kemarau,  saat musim penghujan pun embun ini kadang menampakkan wajahnya juga. Saat suhu sangat dingin, kabut yang datang dari ketinggian biasanya akan berubah bentuk menjadi tetesan air (embun) saat mendekati tanah. Tapi karena suhu yang sangat rendah, kabut langsung terkondensasi membeku dan menempel di pucuk tanaman, membentuk lapisan es.

Bagi kita penyuka keindahan, embun upas adalah gambaran takjub buah karya Sang Pencipta, tapi bagi para petani, embun upas adalah

Embun upas

Embun upas di daun

hantu pembawa sial, bikin hati petani kebat-kebit. Kok bisa? Ya bisa dong. Embun yang membeku di atas helaian daun, tidak lagi seperti embun pagi yang menyejukan, tapi bisa bikin kacau sistem fisiologi tanaman. Karena tertempel embun beku, sel-sel tanaman tidak bisa melakukan fungsi fisiologisnya, cairan sel membeku, dan fotosintesis pun menjadi terhambat. Saat embun mencair, tanaman menjadi layu dan mati. Kalau embun beku ini beratahan dalam hitungan jam, bisa dipastikan tanaman akan mati dan petani pun merugi.

Untuk mencegah dampak mematikan embun upas, petani disarankan melakukan pemanasan kering atau dry heating dengan suhu 41 derajat Celcius selama 4 jam pada umbi dan bibit. Pencegahan berikutnya adalah dengan selalu rutin mengontrol tanaman setiap pagi, terutama bila ada hujan pada malam hari sebelumnya. Setelah itu dilakukan penyemprotan dengan air atau mengusapnya dengan daun pisang. Setelah terbebas dari embun, segera menyemprotnya dengan fungisida, karena udara dingin dan kelembaban tinggi bisa memicu timbulnya cendawan bulu halus (peronospora destructor) yang juga merugikan.

Tidak semua yang terlihat indah, menjadi indah untuk semua. Embun upas yang cantik ini terlihat indah, tapi jadi momok bagi para petani, dan berbahaya bagi para pendaki.

* Witdya Pudjanarko dari berbagai sumber. Ilustrasi: youtube.com.

Category: PelangiTags:
No Response

Leave a reply "Embun Upas, Si Cantik Pembawa Kematian"