Arosbaya, Keindahan ‘Petra’-nya Madura

1 983
Arosbaya
Arosbaya

Arosbaya, Keindahan ‘Petra’-nya Madura

Gonjreng.com – Gersang bukan berarti tidak indah atau menarik. Yuk, ikuti perjalananku ke Pulau Madura. Waktu tempuh dari Surabaya ke Pulau Madura dengan menyeberangi Jembatan Suramadu sepanjang 5 km, ternyata hanya sekitar 15 menit saja. Sejak adanya Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Bangkalan, maka akses menuju Pulau Madura menjadi semakin mudah saat ini.

Madura yang biasanya diidentikkan dengan tanah gersang, ternyata memang benar. Begitu roda kendaraan menyentuh tanah Madura, terlihat pemandangan tanah gersang di kiri dan kanan jalan. Namun menjelang masuk kota Bangkalan mulai tampak adanya perumahan dan toko-toko.

Kondisi topografi Pulau Madura yang dataran rendah, dan sebagian besar daratannya adalah bukit kapur menyebabkan tanahnya kurang subur. Pilihan tanaman pertanian yang tepat untuk kondisi tanah di sini adalah jagung dan singkong. Selain bertani penduduk pun beternak sapi, dan menjadi nelayan. Umumnya ikan hasil tangkapan nelayan Pulau Madura dijual ke Surabaya.

Arosbaya

Arosbaya

Kekayaan Pulau Madura dengan bukit kapurnya ternyata membawa berkah tersendiri bagi penduduknya. Sebagian besar penduduk sekitar mencari nafkah dengan menambang bukit kapur tersebut. Tanpa disadari kegiatan yang sudah berlangsung cukup lama ini menghasilkan suatu kreasi indah sekali.

Kami pun memutuskan untuk menuju Arosbaya, yaitu daerah sebelah Timur Laut kota Bangkalan untuk melihat salah satu kreasi itu. Dengan mengikuti papan petunjuk yang ada, setengah jam kemudian kami pun tiba di di desa Buduran.

Arosbaya

Arosbaya

Setelah memarkir mobil, melanjutkannya dengan berjalan kaki sekitar 10 menit melalui jalan setapak yang rindang, akhirnya di ujung jalan setapak itu kami pun dibuat kagum akan pemandangan yang luar biasa, yaitu sebuah gua besar berwarna coklat dengan dinding bercorak pahatan yang bagian atasnya tertutup oleh kehijuan pepohonan. Tak kalah indah dengan Petra-nya Jordania, pikirku. Kami pun melangkahkan kaki memasuki gua tersebut. Suasana sejuk menyambut kedatangan kami saat memasuki gua yang sangat tinggi, dan bersekat itu.

Arosbaya

Arosbaya

Metoda penambangan yang tidak mengikis habis bukit kapur ini menghasilkan bangunan dome yang besar dengan sekat-sekat yang terpahat cantik, dan dasarnya berkontur. Di beberapa tempat tampak cerukan yang terisi air berwarna kebiruan. Gelembung-gelembung air yang berasal dari sumber air bawah tanah tampak membentuk pola lingkaran di permukaan air. Sinar matahari yang menerobos masuk melalu lubang di langit-langit gua melengkapi keindahan kreasi tanpa disengaja oleh para penambang bukit kapur Arosbaya. Pulau Madura memang gersang, tapi bukan berarti tidak indah, atau menarik.

*Nina Adriani. Sumber foto: koleksipribadi.

Category: KelanaTags:
One Response
  1. author

    Rach Alida Bahaweres3 years ago

    BAgus sekali ya pemadangan bukit kapurnya. Sering ke Madura tapi belum pernah ke sini 🙂

    Reply

Leave a reply "Arosbaya, Keindahan ‘Petra’-nya Madura"