Bubur Ase, Makanan Khas Betawi Langka

Gonjreng.com  – Bubur Ase?

Berjalan menyusuri jalan Kebon Kacang 9 saat pagi cerah, membuat keringat bercucuran, dahaga, dan tentu saja lapar.

Di depan pasar Gandaria, Jakarta, ada sebuah warung tenda, dan terlihat antrian mengular. Ada apa? Apakah ada makanan enak di situ, misalnya bubur?

Menurut penjualnya, bubur khas ini adalah bubur beras seperti bubur sumsum yang dibuat dari campuran tepung beras dan santan, dengan lauk asinan dan semur.

Warung bertenda hijau di pasar Gandaria ini konon adalah satu-satunya pedagang Bubur Ase yang tersisa. Sebelumnya ada beberapa penjual lain, tapi karena sudah tua, mereka tidak lagi berjualan.

Bang Lopi satu-satunya penjual Bubur Ase yang sudah sulit dijumpai dan langka.

Bubur dengan topping semur Betawi dengan cita rasa manis gurih yang terdiri dari tahu, telur, serta potongan daging sapi atau tetelan yang lembut – tak perlu tenaga untuk mengunyah dagingnya -, ditimpa dengan rasa asam segar dari asinan sawi hijau, touge mentah, mentimun segar dengan sentuhan akhir taburan kacang tanah goreng, emping dan kerupuk warna merah nan renyah.

Bubur ini bercita rasa nano-nano, asam, asin, manis segar. Walau porsinya sedikit, tapi cukup untuk mengganjal perut yang sedang keroncongan.

Warung Bubur Ase dan lontong sayur Bang Lopi sudah ada sejak tahun 1968. Warung kecil dengan gerobak tenda serta beberapa bangku plastik ini hanya buka pukul 06.00 – 11.00 WIB, itu pun jika masih ada. Terlambat datang, jangan harap mendapat kenikmatan sepiring bubur langka ini.

Bang Lopi langsung melayani para pelanggannya dengan keramahan serta logat Betawi yang masih kental. Ia pun tak segan menceritakan bahan-bahan dan kelengkapan Bubur Ase-nya. Untuk cara pembuatannya, Bang Lopi hanya menjawab resep leluhur, dan sama seperti masak semur pada umumnya.

Kelangkaan masakan ini, tentu menjadi pekerjaan rumah bagi pemerhati budaya jajanan tradisional, masih mampukah dipertahankan, atau hanya tinggal cerita di masa akan datang?

Nggak rugi untuk mencoba mencicipinya, paling tidak kita tahu bahwa makanan khas Betawi bukan hanya nasi uduk, asinan, lontong sayur, atau dodol saja.

Bubur Ase memang paling cocok untuk sarapan, tapi tidak mengenyangkan, cukup untuk mengganjal perut.

Sila coba saja, sebelum Bubur Ase yang langka ini hanya tinggal cerita.

Sumber : Bang Lopi, pribadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *