Brain Gym dan Keseimbangan Emosional

0 208
Brain Gym
Brain Gym

Gonjreng.com – Saya mengenal Brain Gym pertama kalinya ketika mendengar kisah istimewa dari Hamidah Bahashwan. Sebagai pelatih keseimbangan emosional dari Singapura, Hamidah pernah mendapat tantangan luar biasa. Di sebuah sekolah dasar, ia diminta untuk menertibkan kelas “istimewa” yang isinya adalah siswa-siswi paling nakal, paling hiperaktif, dan paling susah diatur. Ia hanya diberi waktu empat minggu untuk menyelesaikan misi tersebut. Pengalaman pertamanya masuk ke kelas itu, benar-benar seperti di film-film. Di dalam kelas, benda-benda beterbangan, anak-anak saling lempar, sebagian berlarian kian kemari, sebagian berputar-putar di kursi, dan kebanyakan berteriak-teriak. Kelas itu sangat berisik, tak ada yang memerhatikan kehadirannya.

Kemudian Hamidah memaksa para siswa mengerjakan empat latihan gerakan yang sangat sederhana:

  1. Satu telapak tangan  menutupi pusar. Lalu ibu jari dan telunjuk tangan lain menekan-nekan dan menggetarkan titik yang berada tepat di bawah tulang belikat di dada.
  2. Satu telapak tangan masih menutupi pusar. Lalu telunjuk dan jari tengah tangan lain menekan-nekan dan menggetarkan titik-titik tepat di atas pertengahan bibir.
  3. Dengan menggunakan jempol dan telunjuk, tekan-tekan dan pelintir lembut kedua belah pinggiran daun telinga selama beberapa saat, dari atas ke bawah.
  4. Menekuk dan mengangkat lutut, kemudian sentuhkan tangan yang berlawanan pada lutut tersebut.

Hamidah meminta para siswa mengerjakan empat gerakan sederhana itu secara teratur, beberapa menit sebelum pelajaran dimulai, setiap hari. Dan, apa yang terjadi di akhir minggu pertama? Tak terjadi apa-apa. Apa yang terjadi pada minggu kedua? Juga tak terjadi apa-apa. Para siswa masih nakal dan tak bisa memusatkan perhatian. Hanya pada minggu ketigalah mulai terlihat perubahan. Mereka sudah mulai tenang, bisa duduk di kursinya masing-masing, dan mulai mengalihkan perhatian pada guru. Pada minggu keempat, ketika seorang guru kebetulan melintas di depan kelas, ia kelihatan heran. Tak seperti biasanya, kelas itu sunyi. Ia mengintip lewat jendela dan melihat sesuatu yang di luar dugaan. Anak-anak terlihat duduk damai di kursinya masing-masing dan memusatkan perhatian pada guru yang mengajar. Pada Hamidah ia berseru, “Apa yang telah kau lakukan pada anak-anak itu? Ajari aku melakukannya!”

Yang dilakukan Hamidah, tentu bukan sulap atau sihir. Empat latihan gerakan sederhana itu adalah bagian dari apa yang dikenal dengan Brain Gym. Dengan mengerjakan gerakan-gerakan sederhana di titik-titik tertentu secara terus menerus, ternyata dapat merangsang otak untuk menuruti perintah memusatkan perhatian. Mereka yang senantiasa hiperaktif dan gelisah bisa diterapi dengan cara ini, tanpa obat-obatan. Brain Gym adalah latihan untuk semua umur, dan sangat dianjurkan bagi para manula untuk menguatkan memori. Brain Gym juga bermanfaat untuk menghilangkan keletihan dan kantuk, atau sulit fokus.

* Laksmi D. Haryanto. Sumber foto: koleksi pribadi.

Category: HakikatTags:
No Response

Leave a reply "Brain Gym dan Keseimbangan Emosional"