Cacing Bisa Menjadi Bisnis yang Merambah Dunia!

Cacing Bisa Menjadi Bisnis yang Merambah Dunia!

Gonjreng.com – Menyelamatkan profesi petani serta meningkatkan pendapatan mereka, merupakan impian kecil seorang Muhammad Zaid, pemuda lulusan Rekayasa Hayati  ITB.

Proyek cacing yang dilakukan bersama sang dosen di ITB  Bioengineering Fakultas SITH (Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati) merupakan awal impiannya. Zaid kemudian mencoba mengejar impiannya dengan memilih Rancabali-Ciwidey sebagai tempat merintis wirausahanya.

CacingCiwidey adalah sebuah kecamatan di sebelah Selatan kota Bandung, Jawa Barat. Udara sejuk dan berkabut selalu menyelimuti Ciwidey. Kecamatan ini lebih banyak dikenal sebagai daerah wisata dan penghasil produk pertanian serta perkebunan. Di tempat inilah Zaid memulai proyeknya. Zaid menerangkan, proyek ini membantu menambah penghasilan petani sekitarnya.

Biasanya petani hanya mampu menyimpan uang saat musim panen saja, rata-rata hanya untuk memenuhi kebutuhan 2-4 bulan. Namun usaha yang dirintis Zaid ternyata bisa menambah dan menutupi kebutuhan hidup mereka.

Zaid dan Ibunda
Zaid dan Ibunda

Zaid adalah putra kedua pasangan Nina Lenggana dan almarhum Syarief Hidayat, keduanya adalah alumni SMA Negeri 8 Jakarta angkatan 1983.

Zaid saat ini sudah menjadi founder dan owner dari bisnis ini, profesi yang masih diremehkan banyak orang. Tapi dukungan sang bunda tak pernah pupus.

Cacing yang dibudidayakan di lahan-lahan yang dibuat seperti galengan adalah jenis African Nightcrawler, Tiger dan Lumbricus rubellus.

Karena menguntungkan, jumlah peternaknya terus bertambah. Kandang ayam pun dialih fungsi menjadi kandang cacing.

Cacing
Cacing

Sebenarnya beternak cacing pada awalnya hanya untuk kebutuhan sendiri. Hampir semua komoditas akuakultur dan unggas memanfaatkannya untuk meningkatkan daya tahan dan digestibility.

Meski penggunaan cacing sebagai pakan belum meluas, Zaid tetap membuat demonstration plots di beberapa peternak pembibitan lele, udang vannmei, ikan patin, ikan hias, dan belut. Zaid memasarkan cacing secara langsung kepada para peternak tersebut.

Cacing
Cacing

Saat ini penyedia cacing hidup mulai bergerak ke peternak pembesaran lele di Pandeglang dan peternak belut di Bogor. Menurut Zaid, total yang sudah terjual per bulannya berkisar 350 – 500 kg.

Dari sekedar proyek kecil, kini Zaid dan peternak lainnya terus meluaskan lahan. Zaid sendiri telah berencana untuk membuka lahan baru di Cikampek dan akan bermitra dengan petani di Lembang.

Cacing
Cacing

Hasil proyek cacing Zaid menghasilkan bentukan hidup dan powder dalam kemasan. Zaid menjelaskan pemasaran powder dalam kemasan untuk pasaran ekspor mulai terbuka.

Lumbricus powder mudah sekali ditelusur melalui Google. Siapa sangka proyek yang bagi sebagian orang menjijikkan dan diremehkan, ternyata dapat mengantarkan Zaid menjadi seorang eksportir lumbricus powder! Semangat baja Zaid menuntunnya ke gerbang keberhasilan.

* Witdyaningsih Pudjanarko. Sumber foto: koleksi pribadi Muhammad Zaid.

3 thoughts on “Cacing Bisa Menjadi Bisnis yang Merambah Dunia!

  • 05/09/2016 at 10:52 pm
    Permalink

    Terimakasih Bu Wit, semoga banyak yang melakukan budidaya cacing sebagai penghasil rakyat karena tanah Indonesia yang luas dan subur, terimakasih infonya

    Reply
  • 31/08/2016 at 5:22 am
    Permalink

    Thank’s Nining, mdh2an menambah motivasi anakku untuk terus menekuni usahanya.

    Reply
    • 31/08/2016 at 7:04 am
      Permalink

      Aamiin… Nina. Semoga Zaid terus sukses dan tetap membumi.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *