Berlibur Tak Selalu Harus Menginap di Hotel atau Losmen

Berlibur
Berlibur

Gonjreng.com – Bila selama ini selalu menginap di hotel atau losmen saat berlibur, perlu mencoba alternatif lain yang cukup menarik. Ada beberapa pilihan lain dan juga lebih murah saat berlibur. Satu di antaranya adalah couchsurfing. Bukan berarti kita harus bisa surfing ya.

Couchsurfing merupakan situs yang menghubungkan orang di berbagai negara yang menyediakan akomodasi di rumah mereka. Yup, seperti kita menginap di rumah teman saat bepergian. Situs ini telah ada sejak 2004 berdasarkan ide Casey Fenton. Penyedia tempat menginap saat berlibur disebutnya host, sedangkan surfer istilah bagi orang yang menginap. Situs ini tidak menghubungkan surfer dengan host, namun sebatas media pertemanan.

Biasanya ada pertemuan yang diadakan sehingga kita bisa berkenalan dengan anggota lain dan bertukar pengalaman. Setiap anggota akan menaruh profil mereka yang mencakup hobi, pekerjaan, dan detail rumah seperti berapa orang yang bisa menginap, jenis kelamin tamu yang dikehendaki, binatang peliharaan, dan sebagainya.

Untuk mencari host bisa dilakukan dengan mengumumkan rencana perjalanan kita di situs, dan menunggu tawaran dari host yang bersedia atau langsung menghubungi host yang kita pilih. Tentu saja host dan surfer sama-sama bisa menolak bila merasa tidak sesuai. Cukup menarik, bukan? Dapat penginapan gratis, plus mendapat teman pula.

Alternatif lainnya adalah menyewa akomodasi melalui situs Airbnb. Di situs ini kita dapat menemukan akomodasi yang disewakan langsung ke pemilik, namun tidak gratis seperti di couchsurfing. Di Airbnb ada beberapa pilihan jenis akomodasi. Ada yang disewakan seluruh rumah atau apartemen, ada pula hanya kamar saja. Kelebihan dari Airbnb harganya lebih murah dibanding dengan hotel. Saya pernah mencoba Airbnb beberapa tahun lalu. Menyewa sebuah apartemen 1 kamar di tengah kota Paris (1 km dari Eiffel) di depan stasiun MRT dengan harga setara 1 kamar hotel bintang 3 pinggiran kota. Apartemen dilengkapi dengan dapur dan mesin cuci, serta saya pun bisa memasak untuk makan pagi dan malam, juga mencuci baju.

Sangat hemat, dan caranya pun tidak susah. Mirip dengan memesan hotel, tapi sebelumnya harus mendaftar terlebih dahulu di situs Airbnb tadi, kemudian pilih dan berhubungan langsung dengan pemilik properti. Pemilik rumah dapat saja menolak anda untuk menginap bila merasa tidak sesuai dengan profil anda. Pembayaran dilakukan melalui Airbnb dan hanya akan dibayarkan ke pemilik saat kita telah menginap.

Bentuk akomodasi lain adalah dengan bertukar rumah atau house swap. Ada beberapa situs yang menghubungkan para pemilik rumah yang bersedia bertukar rumah saat liburan. HomeExchange, HomeLink, dan lovehomeswap adalah beberapa contoh situsnya.

Ide ini bermula dari sekelompok guru di Eropa yang memiliki waktu libur panjang dan menginginkan akomodasi yang murah. Mereka membentuk Intervac International tahun 1953. Pada tahun yang sama, David Ostroff, seorang guru membuat jaringan pertukaran rumah bernama Vacation Exchange Club, kemudian menjadi HomeLink di New York, Amerika Serikat. Sebelum ada internet, setiap jaringan pertukaran rumah menerbitkan katalog tahunan yang berisi daftar rumah peserta.

Pertukaran rumah memang tidak untuk semua orang. Banyak yang tidak merasa nyaman bila orang asing tinggal di rumah mereka. Juga karena sifatnya barter maka kita harus bersedia menjaga rumah yang kita tempati seperti rumah sendiri. Memastikan saat rumah kita dikembalikan kondisinya seperti semula. Jelas berbeda dengan menginap di hotel.

Jenis akomodasi yang ditawarkan dapat berbentuk rumah, villa, apartemen, kapal atau rumah mobil (RV). Jangka waktunya bisa bervariasi, mulai dari hanya akhir minggu hingga lebih dari setahun. Pertukaran bisa dilakukan secara simultan, yaitu 2 pemilik rumah bertukar rumah pada waktu yang sama, atau non-simultan, yaitu pemilik rumah A menempati rumah B pada bulan ini, sedangkan B akan menempati rumah A di waktu lain, dengan catatan pemilik rumah akan tinggal di tempat lain saat rumah mereka ditempati.

Jadi saat merencanakan perjalanan, jangan cepat-cepat memutuskan untuk menginap di hotel. Yuk kita coba salah satu alternatif di atas tadi. Selain bisa berhemat, kita pun bisa memiliki teman baru, bahkan pemandu perjalanan gratis.

*Sumber gambar: pxhere.com.

Category: KelanaTags:
No Response

Leave a reply "Berlibur Tak Selalu Harus Menginap di Hotel atau Losmen"