Antek China dan Ekonom Senior Rizal Ramli

Gonjreng.com – Antek China?

Weleh-weleh.

Ada disebut antek China oleh ekonom senior Rizal Ramli, juga mantan menteri pada era Gus Dur dan Jokowi.

Apa artinya antek China?

Menurut KBBI online, antek artinya kaki tangan atau budak.

Antek China artinya budak China.

Weleh-weleh.

Memangnya siapa yang mau jadi antek China, Arab, Amerika, dst?

Menurut ekonom senior Rizal Ramli, jika ekonom-ekonom yang ada di lingkar pemerintahan Jokowi diisi oleh orang-orang hebat, maka dalam 10 tahun ke depan Indonesia bisa menjadi negara super power selain Vietnam, India, dan Meksiko.

Tentu saja ada syaratnya, antara lain pompa dulu ekonomi hingga laju perekonomian bisa mencapai tujuh persen, maka investor pun akan datang dengan sendirinya, jadi tidak perlu mendatangkan atau merayu-merayu investor luar agar mau datang ke Indonesia.

Ekonom-ekonom Jokowi pun harus mampu keluar dari ketergantungan dengan China atau tidak lagi menjadi antek China.

Masih menurut ekonom senior Rizal Ramli, Indonesia adalah negara bebas dan aktif. Maka dari itu segera keluar dari pengaruh China, bukan lagi menjadi antek China yang terkesan lemah, termasuk lemah dalam menyikapi para pekerja China yang bisa hilir mudik meski Indonesia sedang mengalami pandemi virus corona, dan perdagangan yang berkiblat ke negara tirai bambu itu.

Mantap!

Kalau mendengar uraian Rizal Ramli tadi yang disampaikannya dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC) semalam (21/4/20), mungkin saja ada sebagian pihak yang bergemuruh dadanya, seakan ingin meledak dan berkata merdeka, merdeka!

Apalagi diprediksi dalam 10 tahun ke depan Indonesia bisa menjadi negara super power selain Vietnam, India, dan Meksiko, kalau tidak menjadi antek China.

Merdeka, merdeka!

Maka dari itu jangan lagi jadi antek China, kata ekonom senior Rizal Ramli lewat akun Twitter-nya hari ini (22/04/20).

sumber gambar: akun twitter rizal ramli

Merdeka, merdeka!

Memang Indonesia seharusnya tidak menjadi antek China, antek Arab, antek Amerika, atau antek negara manapun!

Karena Indonesia adalah negara bebas, demokrasi, dan merdeka. Tahun ini sudah merdeka 75 tahun, saudara-saudara. 

Memalukan jika masih saja menjadi antek China, Arab, Amerika, dan seterusnya.

Tapi di sisi lain terkesan bual-bual, omong kosong prediksi yang mengatakan Indonesia akan menjadi negara super power dalam 10 tahun ke depan tadi.

Bagaimana mungkin bisa terjadi kalau masalah dalam negeri sendiri saja masih belum bisa diurus dengan baik?

Contohnya korupsi yang sudah menjadi penyakit akut dan kronis bangsa ini.

Meski era Soeharto (Orde Baru) sudah tumbang lebih dari 20 puluh tahun lalu, tapi masih saja ada kasus dugaan korupsi gila-gilaan atau mega skandal yang disebut kasus Jiwasraya dan Asabri.

Uang negara tadi adalah uang rakyat yang didapat antara lain lewat pajak. Rakyat sudah capek dan lelah bekerja, banting tulang, buang tenaga dan pikiran, sebagian hasilnya diserahkan kepada negara lewat pajak tadi, tapi terkesan begitu mudahnya uang rakyat itu lenyap “dimakan” segelintir orang yang disebut koruptor.

Hingga kini, meski sudah berbulan-bulan berlalu belum ada satupun tersangka yang diajukan ke pengadilan, baik untuk kasus Jiwasraya maupun Asabri.

Jika kasus Jiwasraya sudah ada beberapa orang dijadikan tersangka, sementara kasus Asabri belum ada satupun, seolah-olah kasusnya tidak tersentuh.

Bagaimana komentar ekonom senior Rizal Ramli tentang hal ini?

Menko Polhukam Mahfud MD pejabat pemerintah pertama yang mengumumkan kepada publik tentang adanya kasus Asabri yang mirip dengan kasus Jiwasraya pun sudah tidak terdengar lagi suaranya, seperti hilang ditelan angin lalu. 

Belum ada keheranan Menko Polhukam Mahfud MD mengapa kasus Asabri hingga kini belum ada tersangkanya.

Halooo Mahfud MD.

Halooo Rizal Ramli.

Mengapa bisa begini?

Memang baik dan bagus tidak menjadi antek China, Arab, Amerika, atau negara manapun, juga boleh saja berangan-angan Indonesia akan menjadi negara super power dalam waktu 10 tahun ke depan.

Tapi tengok ke dalam terlebih dahulu.

Masalah korupsi yang sudah menjadi semacam penyakit akut dan kronis bangsa ini saja belum bisa dilenyapkan, meski era Soeharto (Orde Baru) sudah tumbang lebih dari 20 tahun lalu, saudara-saudara.

Mikir…

Mungkin maksudnya Indonesia negara super power dari Hong Kong?

***

Sumber gambar: suara.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *