Anies Keren dan Salah Hitung yang Lucu!

Gonjreng.com – Anies keren, tagar ini menjadi trends di Twitter.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sering dibully oleh pihak-pihak yang selama ini senang mencari kesalahannya.

Sekecil apapun kesalahan itu diangkat dan “digoreng” dengan tujuan ingin menjatuhkan citra Anies.

Contohnya revitalisasi Monas beberapa waktu lalu. Masalah penebangan pohon pun dibesar-besarkan, padahal pohon itu masih bisa ditanam dan tumbuh lagi.

Anies pun diduga menjadi target untuk pengalihan isu. Jika ada masalah yang sedang hangat dibicarakan publik saat ini, maka tak lama kemudian akan ada pihak-pihak yang berusaha mengangkat isu apapun tentang Anies dengan tujuan agar perhatian publik pun terpecah belah.

Tagar Anies keren yang sedang trends hari ini merupakan reaksi dari aksi sebagian pihak yang sering membully Anies.

Ada aksi ada reaksi, hal yang biasa.

Ada aksi yang mengatakan “Gabener”, lalu ada reaksi yang menyebut “Goodbener”.

Sampai kapan tagar Anies keren ini akan menjadi trends di Twitter? 

sumber gambar: twitter.com.

Entahlah, biasanya hanya sebentar saja.

Berbagai aksi yang ingin membully dan menjatuh citra Anies tadi kadang bisa menimbulkan kelucuan serta membuat orang lain pun tertawa.

Kemarin (11/4/20) diberitakan Anies memberikan bantuan sembako kepada warga Kelurahan Jatinegara dan Kelurahan Cililitan. Terselip juga sepucuk surat yang isinya antara lain Anies berharap warga Jakarta diberi kesehatan. 

Surat itu terkesan dipermasalahkan oleh politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaen lewat sebuah cuitan di akun Twitter-nya.

“Jika Bantuan itu utk 1,25 Juta warga, mk jumlah surat jg sebanyak 1,25 juta lembar. Jika 1 Rim kertas A4 80 mg sebanyak 500 Lbr, mk dibutuhkan 25 Ribu Rim kertas. Jika 1 Rim Rp.45.000 = Rp.1,125 M ditambah ongkos cetak lumayan juga. Andai dibelikan telor atau mi istant. Hmmm..!!” .

​Salah hitung, saudara-saudara.

Seharusnya Rp 112.500.000,-, bukan Rp 1.125.000.000,-. Bukankah dalam satu rim ada 500 lembar kertas?

Politikus Partai Gerindra Andre Rosiade pun menanggapi cuitan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaen tadi.

“Bro bisa berhitung? Jgn sp nanti org bertanya bro sekolah dimana? He..he..he. Saran ogut kita semua enggak usah nyinyir. Ayo bahu membahu bantu Pemeritah Daerah maupun Pusat menghadapi Wabah Corona ini.”

Nitizen pun menertawakan salah hitung yang dianggap lucu tadi.

Sekadar kembali mengingatkan ungkapan yang biasa dikenal dalam permainan catur, yaitu “Pikir Dahulu Sebelum Melangkah”.

Perhatikan dan pelajari terlebih dahulu kritiknya sebelum dilontarkan.

Sebenarnya hal yang biasa saja jika Anies, Jokowi, atau siapapun pejabatnya dikritik.

Menurut Rizal Ramli, Presiden Habibie, Gus Dur, dan SBY pun tak lepas dari kritik, bahkan hujatan, cacian, dan hinaan fisik, tapi para presiden itu tidak asal menangkap orang-orang yang mengkritik, bahkan mencaci dan menghinanya tadi. 

Tapi kalau kritiknya salah seperti salah hitung sama saja dengan menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri.

Sila baca juga: Anies Dikritik, tapi Justru “Menampar Muka” Pengkritiknya?

Tidak benar Anies keren jika banyak kesalahan yang dilakukannya.

Hal ini pun berlaku untuk Jokowi atau siapapun pejabatnya.

Jika tidak benar Anies keren, dan Jokowi serta pejabat lainnya pun seperti itu, sila kritik saja. Indonesia negara bebas, merdeka, dan demokrasi.

Tapi jangan salah kritik yang bisa mempermalukan diri sendiri.

***

Sumber gambar: Kompas.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *